Manfaat ANGKAK (beras merah china)


Angkak adalah hasil fermentasi dari butiran beras dengan menggunakan mikro organisma tertentu. Warnanya merah pekat dan bila diseduh akan menjadi air berwarna merah.Angkak telah dikenal penduduk Cina sejak ratusan tahun silam, dan umum digunakan bangsa Cina sebagai bagian dari campuran rempah masakan dan herbal kesehatan mereka. Di Amerika, angkak yang dikenal dengan nama Red Yeast Rice kini mulai popular dan dijual dalam bentuk kapsul sebagai penurun kolesterol alamiah yang ampuh.pigmen angkak yang berwarna merah sebagai pemicu meningkatnya trombosit. Khasiat angkak mirip jus jambu biji merah.
William Adi Teja, ahli pengobatan cina mengatakan untuk pengobatan demam berdarah angkak tidak dapat dilakukan sendiri, tetapi harus dikombinasikan dengan obat yang bersifat sejuk seperti buah-buahan berkadar air tinggi. ?Demam berdarah bersifat lembap dan panas,? kata alumnus Beijing University of Chinese Medicine, Cina.



Hal itu tak cocok dengan angkak yang bersifat hangat dan manis. Angkak dapat digunakan untuk memperlancar dan menstabilkan darah, mengobati luka dalam akibat pukulan, benturan atau jatuh.

Antikolesterol
Beberapa senyawa aktif pembentuk angkak merah adalah monakolin K atau lovastatin, dihidromonakolin,dan monakolin I hingga IV.Senyawa lainnya berupa komponen sterol seperti betasitosterol, campesterol, stigmasterol, sapogenin, isoflavon,dan asam lemak tak jenuh tunggal. D.Heber, peneliti di Pusat Gizi Manusia University of California Los Angeles (UCLA), mengungkapkan lovastatin menghambat produksi kolesterol dalam tubuh.

Caranya dengan menghentikan kinerja enzim HMG-CoA reduktase di hati. Enzim itu bertanggung jawab memproduksi kolesterol dalam darah.Secara kimiawi kinerja lovastatin meliputi mereduksi efek sintesis enzim pembuat kolesterol, memperlambat proses pembentukan kolesterol sehingga jumlahnya menurun.

Fungsi lain untuk m empercepat metabolisme dan penyerapan lipoprotein kolesterol berdensitas rendah dalam darah. Tujuannya mencegah penyakit arteriosklerosis dan mengobati hiperlipidemia. Sedangkan jumlah lipoprotein kolesterol berdensitas tingginya akan ditingkatkan. Sebab, ia sumber protein tubuh.Protein ini membawa kolesterol yang tidak diolah jantung kembali ke hati,lalu dibuang. Itu berarti tidak ada lemak yang disimpan.

Riset UCLA melibatkan 83 orang berkolesterol tinggi.Setelah minum angkak merah 12 minggu,sebanyak 2,4 gram terlarut pada 100 ml air,jumlah kolesterol jahat atau LDL menurun.Jumlah trigliserida atau substansi lemak penyebab jaringan darah rusak juga turun. Menurut William Adi Teja,angkak menguatkan badan, berapa pun dosisnya. Ia melancarkan peredaran darah dan memompa jantung lebih baik.

Bukti lain
Asosiasi Jantung Amerika meriset tentang pemanfaatan angkak merah pada 1999.Riset pertama melibatkan 187 orang pengidap kolesterol tinggi, LDL 130 mg/dl dan kolesterol 230 mg/dl. Hasilnya terbukti menurunkan kolesterol total sebesar 16%, LDL kolesterol 21%, dan trigliserida 24%. Sedangkan nilai HDL meningkat menjadi 24%. Riset kedua membedakan kinerja angkak dengan plasebo, obat kolesterol resep dokter.Percobaan ini melibatkan 446 pengidap kolesterol tinggi. Pasien yang minum angkak merah total kolesterol turun 22.7%,LDL 31%,trigliserida 34%, dan peningkatan kolesterol HDL 20%. Namun,mereka tidak mengeluarkan fakta tentang plasebo.

?Lovastatin di angkak,mirip khasiatnya dengan obat kolesterol sintesis,? kata Djadjat. Beberapa merek obat kolesterol di pasaran adalah Mevacor,Cholestin dan Lestric dengan harga Rp1.000.000 ?Rp1.200.000 per 30 tablet berdosis 20 mg/tablet.Kini Bioteknologi LIPI di bawah komando Djadjat memproduksi angkak merah untuk suplemen kolesterol dan pewarna daging.

Perbandingan jumlah lovastatin pada angkak dan obat kolesterol sintesis amat tinggi. Lovastatin dalam angkak hanya 0,2 persen.Dengan teknik produksi tertentu, kadar lovastatin dapat ditingkatkan hingga 100%.Misalnya dengan memanfaatkan kapang Monascus pilosus dan Monascus anka .?Tidak ada dosis yang ditetapkan untuk mengkonsumsi angkak sebagai penurun kolesterol,? kata alumnus Massey University, Selandia Baru. Ia menganjurkan konsumsi angkak bubuk minimal 400 ?800 mg tiap hari.Itu setara dengan 5 ?10 mg lovastatin.

Pernyataan Djadjat itu sesuai dengan penelitian Lemebertas dan Hebertas seperti dikutip Journal Alternatif Complement Medicine .Mereka mengungkapkan, jumlah lovastatin angkak merah bervariasi tergantung jenis kapang yang digunakan. Dari sembilan jenis kapang yang mereka teliti menghasilkan perbedaan kandungan lovastatin sebesar 0 ?0,58%.

Berbahan beras
Angkak menjadi konsumsi harian masyarakat Cina terutama sebagai pengawet dan penyedap makanan.Penduduk Taiwan memilih meminumnya dalam bentuk anggur beras. Sebenarnya angkak tidak mempunyai rasa. Etnis Cina mempunyai kebiasaan mencampurkan angkak agar perut nyaman setelah makan dan masakan berwarna merah lebih menarik.

Penelitian fermentasi beras menjadi pewarna alami dilakukan Prof Srikandi Fardiaz dari Institut Pertanian Bogor. Hasil pengujiannya menunjukkan pigmen angkak cukup aman digunakan pada pangan. Menurut Djadjat angkak menghasilkan empat pigmen. Dua pigmen utama berwarna merah bernama monaskorubin dan monaskin. Sedangkan lainnya berwarna kuning dan jingga.

Warna merahnya stabil dalam proses pengolahan. Pewarna ini paling cocok diaplikasikan pada industri sosis dan daging ham. Selama ini produk pangan itu menggunakan nitrit sebagai penguat warna merah dan mencegah pertumbuhan bakteri. Walaupun penggunaan nitrit tidak bisa dihilangkan seluruhnya, paling tidak ketergantungannya dapat dikurangi.

Faedah beras ternyata tak Cuma mengenyangkan.Setelah diberi cendawan tertentu, ia berubah warna dan bertambah senyawa aktifnya seperti lovastatin. Beras yang bersalin rupa itu juga menyehatkan tubuh

Kandungan Angkak :
Kandungan yang terpenting adalah HMG-CoA (monacolin/lovastatin/statins) yang diakui sangat effektif untuk menurunkan kolesterol jahat LDL dan Triglycerides. Ketika tingkat kolesterol darah naik, umumnya dokter memberi obat resep jenis statin seperti Lipitor dan Zocor yang mampu menghambat produksi kolesterol tetapi sangat disayangkan obat-obatan ini memiliki effek samping yang membahayakan fungsi hati dan otot manusia.

Effektifitas red yeast rice untuk menurunkan kolesterol telah diuji secara klinis oleh lebih dari 17 riset di Cina. Sedangkan Universitas Kedokteran UCLA di Amerika juga telah melakukan riset yang menyimpulkan konsumsi 2.4 gram red yeast rice per hari dapat menurunkan secara nyata tingkat kolesterol Total dan LDL dalam 12 minggu.

Di tahun 2006 Liu dkk menerbitkan suatu meta-analysis dari percobaan klinis (Chinese Med 2006;1:4-17). Artikel mengutip 93 percobaan klinis terkontrol dan terpublikasi (91 dipublikasikan di Cina). Total pengurangan kolesterol 35 mg/dl, LDL-cholesterol by 28 mg/dl, triglycerides by 35 mg/dl, dan peningkatan kolesterol HDL 6 mg/dl. Zhao dkk melaporkan dalam percobaan selama empat tahun bagi penderita diabetes (J Cardio Pharmacol 2007;49:81-84). Terdapat pengurangan 40-50% dalam cardio events dan cardio deaths dalam kelompok yang dicoba. Ye dkk melaporkan dalam penelitian empat tahun pada pasien Cina yang tergolong tua dengan penyakit jantung (J Am Geriatr Soc 2007;55:1015-22). Kematian berkurang dengan 32%. Paling sedikit terdapat satu laporan di literatur tentang statin-like myopathy yang disebabkan oleh angkak (red yeast rice) (Mueller PS. Ann Intern Med 2006;145:474-5).

Suatu artikel terbitan Jurnal Kardiologi Amerika tanggal 15 Juni, 2008, mendapati bahwa red yeast rice dapat memberikan keuntungan melebihi yang diberikan oleh statins. Para peneliti melaporkan bahwa keuntungan nampaknya melebihi dari yang dilaporkan dengan hanya lovastatin.[1]

ConsumerLab.com mendapati banyaknya variasi campuran aktif dalam suplemen red yeast rice, dan juga mendapati bahwa sebagian terkontaminasi dengan citrinin, suatu nephrotoxic mycotoxin.[2][3] Bukti tentang efek samping dari red yeast rice adalah terbatas, tetapi dapat memberikan akibat sampingan yang sama dengan obat lovastatin, yang dapat menimbulkan masalah terhadap ginjal dan akibat sampingan lainnya.[4] Monitoring medis secara teratur diperlukan untuk mendeteksi akibat tersebut.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar